Loading...

Pages

Kamis, 13 Juni 2013

Apa Yang Terjadi Jika Persediaan Minyak Mentah Di Bumi Habis?

Minyak mentah telah menjadi bahan bakar utama di Bumi. Manusia sudah sejak lama memanfaatkan minyak sebagai energi utama untuk menunjang hidup manusia. Tapi, persediaan minyak tidak akan selamanya tetap ada. Bagaimana jika persediaan minyak di Bumi telah habis? Apa yang akan manusia perbuat?

1. Sejarah

Penggunaan minyak sudah dimulai sejak lebih dari 4000 tahun yang lalu. Bangsa Babylon telah menggunakn aspal sebagai bahan konstruksi dari tembok dan menara kerajaan Babylon. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya lubang-lubang minyak di Arderrica, dekat Babylon. Jumlah minyak yang besar ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Juga dari tablet-tablet dari Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Selain itu, pada tahun 347, minyak bumi diproduksi dari sumur yang digali dengan bambu di China.

Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan minyak pun bertambah, penggunaan bahan bakar, aspal, oli, alkena, sulfur dan produk turunan dari minyak mentah bumi pun kian bertambah secara signifikan. Lalu, berapa lama lagi hingga cadangan minyak kita habis?

2. Persediaan Minyak Dunia

Dunia telah membuktikan bahwa persediaan minyak akan habis dalam 42 tahun yang akan datang.
Penggunaan minyak berlebihan ini diawali dengan penggunaan minyak selam berlangsungnya perang dunia pertam dan kedua. Selanjutnya, penurunan penggunaan minyak terjadi pada tahun 1998 yang dipimpin negara penghasil minyak di Eropa dan Asia seperti Rusia, China, dan Norwegia. Jika penggunaan minyak mentah yang tidak terkendali terus dilakukan, maka dapat dipastikan, minyak akan habis dalam waktu 42 tahun.

Minyak Bumi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi banyak industri, dan sangat penting untuk menjaga peradaban manusia di jaman industrialisasi ini, sehingga minyak Bumi ini menjadi perhatian serius bagi banyak pemerintahan di banyak negara. Saat ini minyak Bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak kawasan di dunia, dengan persentase bervariasi mulai dari yang terendah 32% di Eropa dan Asia, sampai yang paling tertinggi di Timur Tengah, yaitu mencapai 53%. Di kawasan lainnya, persentase pemakaian minyak Bumi sebagai sumber energi untuk Amerika Selatan dan Tengah mencapai 44%, Afrika 41%, dan Amerika Utara 40%. Saat ini dunia mengkonsumsi 30 juta barrel (4.8 km³) minyak per tahunnya, dan pengkonsumsi minyak terbesar tetaplah negara-negara maju. 

Menurut data, Amerika Serikat saja mengkonsumsi 24% konsumsi minyak dunia pada tahun 2004, meskipun pada tahun 2007 persentasenya turun menjadi 21%Minyak dibentuk dari sedimentasi ganggang laut selama jutaan tahun. Dan  kita, menggunakan minyak yang dibentuk 100 Juta Tahun, hanya dalam 10 hari.

3. Minyak Menghilang

Kita bayangkan apa yang terjadi jika 42 tahun lagi minyak telah habis dan tidak dapat ditemukan lagi.

  1. Perusahaan minyak di seluruh dunia akan dikejutkan dengan informasi bahwa minyak telah menghilang dari Bumi. Perusahaan Minyak ini akan menyimpan persediaan minyak dan tidak akan dipasarkan ke dunia perdagangan. Akibatnya, minyak mentah akan menjadi bahan langka di Muka Bumi.
  2. Beberapa minggu setelah minyak hilang, kelangkaan minyak tidak dapat dielakkan. Pemerintah mulai mengambil alih perusahaan minyak. Sarana transportasi seperti mobil, kereta, pesawat dan kapal mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar. Jalan raya akan sepi dari kendaraan bermotor. Kereta akan menghentikan operasinya. Dan penerbangan pesawat dibatalkan. Seluruh umat manusia tidak dapat melakukan perpindahan dengan sarana transportasi bermotor.
  3. Dalam waktu sebulan dampak yang dirasakan sudah menyiksa. Kelaparan terjadi di seluruh dunia akibat terhentinya pasokan makanan menggunakan kapal, kereta dan truk. Pemerintah menggunakan cadangan minyak yang mereka punya untuk mengirim bantuan makanan ke daerah-daerah yang sulit bahan makanan. Sementara itu, negara-negara pengekspor minyak menghentikan bantuan subsidi minyaknya ke negara lain. Tentunya ini memukul negara besar seperti Amerika Serikat dan Negara Eropa. Listrik mulai dipadamkan karena bahan bakar tidak dapat digunakan lagi untuk membangkitkan listrik karena melangka.
  4. Ilmuwan mulai mencanangkan bahwa jagung dan tebu dapat menghasilkan ethanol yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar. Dan hanya kendaraan diesel yang dapat bergerak. Dunia mulai menanam jagung dan tebu. Lahan-lahan kosong ditanami jagung dan tebu. Proyek besar-besaran ini merupakan titik balik dari langkanya minyak.
  5. Tahun pertama panen, ethanol hasil ekstrasi dari jagung dan tebu ini mulai didistribusikan. Truk dan kendaraan diesel lainnya mulai bergerak. Pendistribusian cadangan makanan untuk daerah yang kelaparan dimulai. Untuk sesaat masalah terselesaikan. Namun ada masalah baru, sumber makanan mulai habis. Pemerintah dibuat berhadapan dengan pilihan sulit. Panen tahun depan akan digunakan sebagai bahan bakar, atau makanan.
  6. Sepuluh tahun berlalu, listrik dapat dibangkitkan dengan ethanol. Perubahan besar dimulai, penggunaan lithium mulai dicanangkan. Dan tentu saja, krisis lithium dimulai bersamaan dengan penggunaannya. Kemungkinan, ilmuwan akan mengembangkan lithium yang sekarang menjadi bahan dasar baterai yang dapat lebih tahan dari korosif tanpa minyak. Dunia juga memakai Panel Surya sebagai pengganti listrik. Perubahan besar terjadi.
  7. 20 Tahun berlalu, Dunia dapat mulai move on. Ladang-ladang di isi dengan tanaman jagung dan tebu. Manusia kembali dalam fase bercocok tanam seperti jaman purbakala, memanfaatkan hasil pertanian untuk sumber energi dan bahan pangan. Biogas mulai di gunakan setelah Panel Surya di rasa belum efektif menunjang kehidupan manusia.
  8. 30 Tahun berjalan, Bumi terlihat lebih asri, langit lebih cerah daripada 30 tahun yang lalu. Banyak kota ditinggalkan. Gedung-gedung yang terbengkalai digunakan sebagai rumah kaca untuk bercocok tanam. Lahan parkir digunakan sebagai ladang. Semuanya tampak lebih hijau sekarang. Manusia mulai beralih ke sepeda, kereta listrik, dan mobil listrik. Manusia mengalami perubahan hidup yang dramatis. Dari mengeksploitasi minyak, hingga menyadari bahwa alam dapat menyediakan kita sumber daya sebagai ganti kita merawat Bumi. 
Cepat atau lambat minyak di Bumi akan habis. Apakah kita akan mempercepat proses kelangkaannya? Atau mulai memperhatikan kelangkan ini sebagai masalah serius? Semua ini bergantung pada kita dan tindakan kita.

1 komentar:

  1. Bro, izin copas buat jadi bahan referensi boleh? ane mau bikin thread di kaskus tentang hilangnya minyak di bumi. Pastinya bakal ane pasang link sumbernya.
    Btw. ini dari aftermath ya, yang world without oil itu :D

    BalasHapus

 
X-Steel - Move